Pembentukan BPUPKI dan PPKI Lengkap!

Pembentukan BPUPKI dan PPKI Lengkap!

BPUPKI dan PPKI – BPUPKI adalah singkatan dari Badan Penyelidik Usaha Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang merupakan sebuah organisasi yang didirikan untuk mengawasi proses kemerdekaan Indonesia. BPUPKI dibentuk oleh kaisar Jepang yang bernama Kumaichi Harada. BPUPKI dibentuk pada tanggal 1 Maret 1945 guna membantu tokoh pergerakan nasional dalam memprakarsai kemerdekaan. Namun, BPUPKI baru diresmikan 2 bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 28 Mei 1945. Jadi, jangan sampai salah membedakan kapan BPUPKI dibentuk dan kapan BPUPKI diresmikan.

Sejarah Pembentukan BPUPKI dan PPKI

BPUPKI dan PPKI saling berkaitan satu sama lain. BPUPKI merupakan inisiasi awal dari PPKI. Oleh karena itu, untuk mempelajari sejarah kemerdekaan Indonesia secara utuh, kita harus belajar tentang urutan kronologis yang benar agar lebih paham mengenai kemerdekaan Indonesia.

Suasana pembentukan BPUPKI berjalan secara lancar karena tidak ada intervensi khusus dari pemerintah Jepang pada waktu itu. Jumlah anggota BPUPKI pada saat itu ada 60 anggota, dimana ada Dr. Rajiman Widyodiningrat yang memangku jabatan ketua BPUPKI.

Tujuan BPUPKI adalah untuk mempersiapkan semua hal yang berkaitan tentang persiapan kemerdekaan Indonesia. Tugas BPUPKI juga untuk menyelidiki hal yang berhubungan dengan proses pembentukan negara. Dengan demikian, setelah Indonesia merdeka, maka sudah ada dasar negara yang menjadi landasan ideologi bangsa.

Guna mencapai tujuan dan melaksanakan tugas BPUPKI, para anggota melakukan beberapa rapat penting yang melahirkan poin-poin yang kini menjadi dasar negara kita. Untuk mengetahui hasil rapat BPUPKI pertama dan kedua, mari kita lihat uraian lengkap tentang BPUPKI di bawah ini.

Baca juga: Hasil Sidang BPUPKI Pertama dan Kedua

Hasil Sidang BPUPKI 1

Sidang pertama BPUPKI dimulai pada tanggal 29 Mei dan berakhir pada tanggal 1 Juni 1945. Adapun hasil sidang BPUPKI yang pertama adalah terciptanya rancangan dasar negara yang merupakan sumbangsih dari tokoh kemerdekaan RI, yakni lima dasar negara dari Muh. Yamin, pandangan dasar negara dari Supomo, dan juga usulan dasar negara dari Bung Karno.

Dalam prosesnya, hasil sidang BPUPKI yang pertama pun ditindaklanjuti melalui rapat kecil. Oleh karena itu, Bung Karno pun membentuk Panitia Kecil yang akhirnya disebut dengan Panitia Sembilan yang juga diketuai oleh dirinya. Hasilnya, lahirlah Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Isi Piagam jakarta adalah sebagai berikut:

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya
  2. Dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijasanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
  5. Mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Dalam perkembangannya, Piagam Jakarta merupakan cikal bakal lahirnya Pancasila.

Hasil Sidang BPUPKI 2

Setelah terbentuknya Piagam Jakarta atau Jakarta Charter yang merupakan hasil rapat dari Panitia Sembilan atau Panitia Kecil, diadakan sidang resmi lanjutan atau yang dikenal dengan Sidang BPUPKI kedua.

Hasil sidang BPUPKI kedua pun keluar, yakni menyatakan bahwa bentuk negara kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lalu, dalam sidang lanjutan tersbut juga menyatakan bahwa Piagam Jakarta akhirnya ditetapkan sebagai Pembukaan Undang Undang Dasar 45. Namun bukan itu hasil sidang yang utama, ada 3 poin penting yang menjadi hasil resmi;

  1. Menyatakan bahwa Indonesia Merdeka dari Penjajah
  2. Pembukaan UUD yang diambil dari Piagam Jakarta
  3. Batang Tubuh UUD 45

Setelah dianggap sukses dalam menjalankan tugas dan tujuannya, BPUPKI akhirnya pun dibubarkan oleh pemerintah Jepang. Namun ini belum menjadi akhir bagi pergerakan tokoh nasional Indonesia, justru menjadi awal mula kemerdekaan Indonesia.

Sejarah mencatat bahwa BPUPKI dan PPKI memberikan andil yang sangat besar dalam kemerdekaan Indonesia. Setelah BPUPKI dibubarkan, PPKI dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945. PPKI dibentuk oleh Jend. Terauchi yang waktu itu sedang kalang kabut karena Jepang kalah dalam Perang Dunia II. Suasana pembentukan PPKI pun berlangsung lancar karena langsung diambil alih oleh Bung Karno dan Bung Hatta – akhirnya mereka menjadi Ketua dan Wakil Ketua.

Hasil Sidang PPKI Pertama, Kedua dan Ketiga

PPKI memiliki 21 anggota yang beraasl dari beberapa daerah di Indonesia, seperti Jawa (12 org), Sumatera (3 org), Kalimantan (1 org), Sulawesi (2 org), Sunda kecil (1 org) dan 1 orang keturunan Cina. Akhirnya, Bung Karno dan Bung Hatta bertemu dengan Jend. Terauchi untuk meresmikan PPKI, yakni pada tanggal 9 Agustus 1945.

Jadi, jangan sampai salah ya tentang kapan PPKI dibentuk dan kapan PPKI diresmikan!

Tujuan PPKI adalah meresmikan pembukaan UUD 45. Adapun tujuan PPKI yang lain adalah untuk melanjutkan dan merealisasikan apa yang sudah menjadi hasil sidang BPUPKI sebelumnya, seperti serah terima pemerintahan dari Jepang ke Indonesia, pembentukan Komite Nasional yang akan membantu Presiden dan Wakil Presiden dalam memerintah negara, dan juga mengurus hal lain yang berkaitan dengan pembentukan negara Indonesia.

Baca juga : Tiga Hasil Sidang PPKI Agustus 1945

Adapun hasil sidang PPKI pertama 18 Agustus 1945 adalah sebagai berikut;

– Menetapkan UUD 45

– Mengangkat Ir. Soekarno dan Bung Hatta sebagai Presiden & Wakil Presiden

– membentuk KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat)

Hasil sidang PPKI 1 pun menjadi alasan dalam menggelar sidang PPKI 2 yang akhirnya dilaksanakan pada keesokan harinya, yakni 19 Agustus 1945. Pada sidang kedua ini, para anggota PPKI pun setuju bahwa ada 8 Provinsi yang menjadi wilayah NKRI. Mereka pun menyebutkan nama-nama Gubernur yang memimpin 8 Provinsi petama di Indonesia tersebut. Disebutkan pula beberapa kementrian dan kabinet yang akan membantu Presiden & Wakil Presiden di periode awal kemerdekaan Indonesia.

Selanjutnya, PPKI pun menggelar sidang ketiga pada tanggal 22 Agustus tahun 1954. Hasilnya sebagai berikut:

– Pembentukan KNIP

– Pembentukan Badan Keamanan Rakyat

– Pembentukan Partai Nasional Indonesia

Demikian uraian lengkap BPUPKI dan PPKI beserta urutan kronologis sesuai yang tercatat dalam sejarah Indonesia. Perlu diketahui bahwa BPUPKI dan PPKI saling berkaitan satu sama lain. BPUPKI merupakan cikal bakal dari lahirnya PPKI, dan keduanya berhasil membawa Indonesia mencapai kemerdekaannya sejak tanggal 17 Agustus tahun 1945.

Incoming search terms:

  • suasana pembentukan bpupki
  • suasana pembentukan bpupki dan ppki
  • bagaimana suasana pembentukan bpupki
  • pembentukan bpupki
  • siapakah yg memprakarsai berdirinya bpupki
  • apa yg harus diketahui tentang bpupki
  • waktu pembukaan BPUPKI dan PPKI
  • yg memprakarsai pembentukan bpupki
  • bagaimana kelanjutan dari bpupki setelah ppki
  • Bagai mana suasana pembentukan bpupki
Tiga Hasil Sidang PPKI Agustus 1945

Tiga Hasil Sidang PPKI Agustus 1945

Hasil Sidang PPKI – Singkatan dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dibentuk pada tanggal 7 Agustus tahun 1945 dengan Bung Karno sebagai ketuanya. PPKI dibentuk oleh Hisaichi Terauchi yang merupakan seorang marsekal kenamaan Jepang. Anggota PPKI terdiri dari 21 orang yang berasal dari pulau Jawa sebanyak 12 orang, yang dari Sumatra sebanyak 3 orang, yang dari Sulawesi ada 2 orang, yang dari Kalimantan ada 1 orang, NTT 1 orang, Maluku 1 orang, dan keturunan Tionghoa 1 orang. Siapa yang memilih anggota PPKI masih simpang siur, beberapa sejarawan menyebut bahwa Bung Karno (sebagai ketua waktu itu) adalah orang yang memilih anggota PPKI.

Sebagai siswa, kita harus mengetahui sejarah terbentuknya PPKI dan semua hal yang berkaitan dengan bahasan ini. Dengan mengetahui pokok bahasan ini, maka siswa dapat memahami sejarah kemerdekaan Indonesia secara lengkap. PPKI dalam bahasa Jepang adalah Dokuritsu Junbi Inkai. Jika ada soal ‘Sebutkan Tugas PPKI’ maka bisa dijawab seperti ini:

Tugas PPKI yang pertama adalah meresmikan pemukaan UUD 1945 beserta pokok bahasan pada batang tubuh UUD 45. Sedangkan tugas PPKI yang kedua adalah meneruskan apa yang telah lahir dalam sidang BPUPKI; seperti penyerahan kekuasaan pemerintah dari militer Jepang kepada NKRI beserta semua hal yang diperlukan dalam menyusun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hasil Sidang PPKI 1 Pada Tanggal 18 Agustus 1945

Dalam perjalanannya, sidang PPKI pun tidak bisa diselesaikan selama 1 hari saja. Sejarah mencatat bahwa ada 3 sidang resmi PPKI dimana dalam setiap sidang memberikan hasil yang berbeda. Dalam hasil sidang PPKI 1, yakni pada tanggal 18 Agustus 1945 menjelaskan bahwa;

  • Menetapkan Undang Undang Dasar Negara 1945
  • Mengangkan Bung Karno dan Bung Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden yang pertama untuk Indonesia
  • Dibentuk Komite Nasional, yang membantu tugas Presiden dalam masa peralihan

Suasana sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 berlangsung lancar karena banyak tokoh kemerdekaan Indonesia sepakat untuk memilih Bung Karno dan Bung Hatta sebagai pemimpin negara. Sidang PPKI yang pertama ini pun berlanjut pada keesokan harinya.

Hasil Sidang PPKI 2 Pada Tanggal 19 Agustus 1945

Dalam sidang PPKI yang kedua, semua anggota merumuskan sistem cabinet dan menentukan wilayah dan Provinsi yang menjadi bagian dari Indonesia. Dalam awal sidang, ditentukan 11 Kabinet yang akan membantu Presiden dan Wakil Presiden dalam menata sistem kenegaraan Indonesia. Hasil sidang PPKI 19 Agustus 1945 juga menegaskan beberapa Provinsi di Indonesia beserta dengan Gubernurnya. Adapun 8 Provinsi hasil sidang PPKI dan 11 Kementrian hasil sidang PPKI yang kedua bisa di lihat di gambar berikut ini:

 

Dengan melihat gambar di atas, kita jadi tahu beberapa kementrian pertama yang dibentuk dalam masa pemerintahan awal Presiden Soekarno. Dapat dilihat pula 8 Provinsi hasil sidang PPKI kedua beserta Gubernur yang memimpin Wilayah tersebut.

Hasil Sidang PPKI 3 Pada Tanggal 22 Agustus 1945

Ini merupakan bagian terakhir dari sidang PPKI yang berlangsung pada tanggal 22 Agustus tahun 45. Dalam rumusan yang dihasilkan, inti pokok sidang ketiga menetapkan beberapa poin, seperti:

  • Membentuk Komite Nasional Indonesia atau yang disingkat KNIP
  • Membentuk Badan Keamanan Rakyat Indonesia
  • Membentuk Partai Nasional Indonesia

Pembahasan lengkap mengenai hasil sidang PPKI ketiga bisa dilihat dalam uraian berikut ini:

Komite Nasional Indonesia Pusat

Saat periode awal kemerdekaan, Indonesia belum memiliki MPR maupun DPR sehingga pemerintah pada waktu itu membentuk Komite Nasional Indonesia yang memiliki peran mirip seperti DPR pada saat ini. Dengna Kasman Singodimejo sebagai ketua KNIP, mereka akan membantu Presiden dan Wakil Presiden dalam berbagai hal, termasuk kewenangan yang berkaitan dengan legislative.

Badan Keamanan Rakyat

Jika diruntut secara tidak langsung, BKR melahirkan TKR (Tentara Keamanan Rakyat yang akhirnya menjadi TNI). Karena beberapa front pemuda menolak adanya BKR pada waktu itu, mereka membuat sebuah aliansi bernama Van Aksi yang merupakan gabungan dari beberapa barisan pemuda.

Van Aksi tidak setuju dengan adanya BKR, oleh karena itu mereka membuat sebuah komite khusus. Berhubung situasi keamanan pasca kemerdekaan belum stabil, akhirnya Bung Karno melantik Kol. Soedirman menjadi Jenderal Tentara Keamanan Rakyat yang baru saja dibentuk oleh Bung Karno. Hingga pada tanggal 3 Juni tahun 1949, TKR berubah menjadi TNI.

Partai Nasional Indonesia

Di awal terbentuknya PNI, pemerintah mewacanakan bahwa PNI merupakan satu-satunya partai yang ada di Indonesia. Namun karena satu dua hal lain, proses terbentuknya PNI pun terhambat hingga akhirnya terlupakan. Sejak saat itu, adanya ide tentang partai tunggal di Indonesia pun sirna.

Demikian uraian mengenai hasil sidang PPKI. Jangan lupa untuk memahami hasil sidang BPUPKI pertama dan kedua tahun 1945 agar lebih paham mengenai urutan proses kemerdekaan Indonesia. Jangan lupa share artikel ini jika bermanfaat. Terima kasih!

Incoming search terms:

  • hasil sidang ppki
  • sebutkan hasil sidang PPKI sidang pertama sampai sidang keempat dengan waktu yang berbeda
  • sebutkan hasil sidang ppki sidang pertama sampai sidang ke empat dengan waktu yang berbeda
  • dalam sidang ppki tgl 18 agustus yg dijadikan wilayah NKRi adalah
  • uraian hasil sidang ppki
  • hal hal yang berhubungan dengan hasil kerja PPKI
  • waktu di ditentukan ppki
  • dimana PPKI merumuskan NKRI
  • dari pertanyaan diatas yang termasuk hasil sidang PPKI pada tanggal 18 agustus 1945 adalah
  • bagai mana bungkarno dan bung hata meng hadapi hasil sidang ppki
Hasil Sidang BPUPKI Pertama dan Kedua

Hasil Sidang BPUPKI Pertama dan Kedua

Hasil Sidang BPUPKI – Pertama berisi tentang perumusan dasar-dasar negara kita, wilayah negara dan juga pembukaan Undang Undang Dasar. Dalam sidang BPUPKI yang pertama, hadir pula 3 tokoh pergerakan nasional paling berpengaruh di Indonesia pada saat itu, yakni Supomo, Muhammand Yamin dan juga founding father Indonesia, Insinyur Soekarno; anggota BPUPKI ada 62 orang dan KRT Radjiman Widyodiningrat sebagai ketua BPUPKI. Dalam sidang BPUPKI yang pertama inilah muncul istilah NKRI, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merupakan bentuk negara yang kita pakai sampai sekarang.

Sidang pertama BPUPKI tanggal 29 Mei 1945 sampai tanggal 1 Juni 1945 juga membahas tentang pembukaan Undang Undang Dasar Negara Indonesia, yang merupakan salah satu falsafah dasar negara kita. Beberapa tokoh utama yang hadir seperti Soekarno, Supomo dan juga Muhammad Yamin mengungkapkan dasar negara yang akan dipakai oleh NKRI. Hasil sidang BPUPKI secara singkat bisa dilihat pada gambar di bawah ini:

Dari gambar tersebut bisa kita lihat bahwa poin-poin yang diungkapkan oleh para cendekiawan merupakan cikal bakal lahirnya ideologi negara Indonesia, yakni Pancasila. Insinyur Sukarno, dr. Supomo dan juga Muhammad Yamin memiliki peran penting dalam perumusan ideologi Indonesia.

Sidang BPUPKI pertama pun berhasil dilakukan dan pada waktu itu, akan diadakan sidang lanjutan yang akan memperjelas persiapan Indonesia sebelum mendeklarasikan diri menjadi sebuah negara yang merdeka. Namun pada masa jeda antara sidang BPUPKI 1 dan sidang BPUPKI 2, ada masa jeda yang digunakan untuk membentuk sebuah panitia kecil. Lalu, apa sajakah yang dibahas dalam sidang panitia kecil BPUPKI?

Dalam masa sidang pertama dan kedua, juga dibentuk sebuah panitia kecil bernama Panitia Sembilan. Tugas dari Panitia Sembilan adalah memperjelas apa yang sudah dibahas sebagai hasil sidang BPUPKI yang pertama. Susunan Panitia Sembilan adalah sebagai berikut:

  1. Soekarno sebagai Ketua
  2. Hatta sebagai Wakil Ketua
  3. Raden Ahmad Subarjo Joyoadisuryo sebagai Anggota
  4. Yamin sebagai Anggota
  5. Agus Salim sebagai Anggota
  6. Abdul Hasim sebagai Anggota
  7. Andreas Maramis sebagai Anggota
  8. Abdul Kahar Muzakir sebagai Anggota
  9. Abikusno Cokrosujoso sebagai Anggota

Panitia Sembilan ini menghasilkan dasar negara Republik Indonesia, yakni Pancasila – setelah melakukan perumusan yang panjang. Hasil dari panitia kecil kemudian diserahkan pada panitia BPUPKI. Hasil ini juga disebut dengan Piagam Jakarta atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Jakarta Charter.

Dalam masa sidang pertama dan kedua, ada pula beberapa sidang tak resmi yang dilakukan dan dipimpin langsung oleh insinyur Soekarno. Akhirnya, awal Juli 1945, hasil sidang pertama BPUPKI dibawa ke persidangan resmi yang kedua.

Hasil Sidang BPUPKI Kedua

Belajar tentang persiapak kemerdekaan Indonesia harus secara lengkap agar siswa memahami setiap hal penting yang terjadi. Hasil sidang BPUPKI kedua tanggal 10-17 juli 1945 berupa beberapa hal penting. Berikut beberapa hal penting yang dibahas pada sidang BPUPKI yang kedua:

  • Membahas wilayah Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau yang terbentang dari barat ke timur
  • Membahas tentang kewarganegaraan Indonesia
  • Membahas tentang UUD 1945
  • Dan beberapa hal penting yang berkaitan tentang kesejahteraan masyarakat Indonesia, seperti perekonomian negara, keuangan negara, keamanan (bela negara), dan juga pendidikan

Dalam sidang BPUPKI 2 juga dibentuk beberapa panitia kecil yang diprakarsai oleh 3 orang yang menjadi ujung tombak pergerakan negara Indonesia. Di panitia kecil ini, Insinyur Soekarno menjabat sebagai ketua yang membahas tentang Rancangan Undang Undang Dasar. Di panitia lain, tepatnya pada Panitia Pembelaan Tanah Air digagas oleh R. Abikusno Tjokrosoejoso. Dan M. Hatta, yang merupakan wakit presiden Indonesia yang pertama menjadi ketua Panitia Ekonomi dan Keuangan.

Pembahasan Sidang Tanggal 13 Juli 1945 diprakarsai oleh Bung Karno yang membahas tentang isi atau batang tubuh UUD 45. Sedangkan pada pembahasan sidang tanggal 14 Juli 1945, sidang dilanjutkan dengan pembacaan isi rancangan undang undang. Di dalam hasil rapat tersebut pun diputuskan bahwa:

  • Menyatakan Kemerdekaan Indonesia
  • Pembukaan Undang Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • Batang Tubuh UUD 1945

Dalam batang tubuh UUD 45 pun dijelaskan secara lengkap beberapa hal yang sangat terperinci, seperti;

a) Wilayah mana saja yang termasuk dalam NKRI

b) bentuk negara kita adalah NKRI

c) Indonesia menganut sistem pemerintah Republik

d) Warna bendera resmi Indonesia adalah Merah-Putih

e) Bahasa resmi yang digunakan adalah Bahasa Indonesia

Setelah melakukan 2 kali sidang, selanjutna tentang kapan BPUPKI dibubarkan, yakni pada tanggal 7 Agustus 1945. Namun perjuangan para tokoh kemerdekaan Indonesia tidak berhenti disini. Setelah BPUPKI bubar, muncul panitia baru yang bernama Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI dalam bahasa jepang disebut sebagai Dokuritsu Jubi Inkai yang kembali diketuai oleh Bung Karno.

Hasil sidang PPKI akan dibahas di artikel selanjutnya. Sekian informasi dari sosioekonomi.com mengenai hasil sidang BPUPKI dalam bahasa Jepang juga dikenal sebagai Dokuritsu Junbii Chosakai. Demikian informasi lengkap tentang hasil sidang BPUPKI dan PPKI yang akan dibahas di artikel selanjutnya.

Incoming search terms:

  • hasil sidang bpupki
  • sidang bpupki
  • hasil sidang bpupki 1
  • hasil sidang bpupki 1 dan 2
  • https://sosioekonomi com/hasil-sidang-bpupki-pertama-dan-kedua/
  • hasil sidang bpupki 2
  • hasil sidang bpupki kedua tanggal 10-17 juli 1945
  • hasil sidang
  • hasil bpupki
  • hasil sidang bpupki pertama dan kedua
error: Content is protected !!