Prospek dan Peluang Kerja Jurusan Sosiologi

Prospek dan Peluang Kerja Jurusan Sosiologi

Setelah lulus SMA akan mengambil jurusan apa? Ini banyak menjadi kendala pada setiap siswa tahun terakhir SMA yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Berbagai jenis jurusan yang terkonsentrasi pada satu cabang ilmu membuat banyak siswa bingung dimanakah jati diri mereka yang sebenarnya?

Tentunya hal ini bisa diketahui dari kesukaan dan potensi yang ada pada diri sendiri. Pengenalan diri dengan lebih baik dengan konsultasi dapat menjadi salah satu cara yang pas dalam menentukan pilihan. Pada dasarnya, semua jurusan memiliki peluang kerjanya masing-masing yang akan membawa seseorang menuju kesuksesan. Banyak pula hal-hal yang memengaruhi kesuksesan seseorang dalam bidang yang digeluti.

Salah satu jurusan yang cukup terkenal di kalangan siswa, terutama jurusan IPS adalah Jurusan Sosiologi. Sebagaimana ilmunya, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat, baik interaksi, perubahan, maupun fenomena di dalamnya. Sosiologi merupakan cabang ilmu sosial yang menarik untuk dikaji. Sosiologi menjelaskan mengapa manusia sebagai unit dalam masyarakat bersikap dan mengakibatkan fenomena sosial dari sikap tersebut.

Pic Source: pixabay.com

Ilmu Sosiologi juga berguna dalam melakukan kajian mengenai masalah sosial yang terjadi di masyarakat sehingga dapat ditemukan benang merah suatu permasalah. Benang merah tersebut akan membantu sosiolog dan pemerintah dalam menentukan kebijakan yang sesuai dengan keadaan masyarakat.

Prospek Kerja Jurusan Sosiologi

Sebenarnya Jurusan Sosiologi memiliki pekerjaan khusus yaitu Sosiolog. Namun banyak karir yang memungkinkan lulusan Sosiologi untuk mendudukinya. Peluang kerja lulusan ini cukup bagus. Bagi Anda yang kerap bertanya “lulusan jurusan Sosiologi kerja jadi apa?”, berikut ini adalah beberapa jenis pekerjaan untuk lulusan jurusan Sosiologi, yaitu :

1) Biasanya para lulusan Sosiologi sangat cocok bekerja dalam bidang yang membutuhkan interaksi dengan orang lain seperti :

  • Marketing, atau biasa dikenal dengan pemasaran. Bidang ini dapat dikuasai oleh sosiolog yang mengambil konsentrasi Sosiologi Ekonomi. Dengan kemampuan berinteraksi yang baik dan dasar-dasar Ilmu Ekonomi yang memadai, peluang karir ini cukup bagus dicapai.
  • Relasi publik, atau humas yang banyak berinteraksi dengan masyarakat luar. Kemampuan sosial yang mumpuni juga menjadi modal untuk karir satu ini.
  • Human Resources Development atau personalia yang mengurusi kepegawaian seperti rekruitmen, kualitas kerja karyawan, pembayaran gaji karyawan, dan lain-lain. Sosiologi yang mempelajari manusia sebagai makhluk individu sehingga bagian personalia adalah karir yang cocok untuk Sosiolog.
  • Advice worker, memberikan saran dan informasi mengenai suatu permasalahan. Ia bertindak sebagai pihak yang memberikan nasihat. Pekerjaan ini dibutuhkan oleh komunitas-komunitas sosial, pengadilan, penjara, dan pusat informasi khusus lainnya.
  • Konselor, adalah pekerjaan yang tidak jauh berbeda dengan Psikologi. Bidang ini sama-sama membantu orang mengenal dirinya sendiri dan mendengarkan keluh kesah klien agar timbulnya suatu pemahaman baru dari klien.

2) Selain itu lulusan Sosiologi adalah pekerja sosial yang handal. Sesuai dengan ilmu yang mereka pelajari, seorang Sosiolog dituntut untuk peka terhadap permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Melalui penelitian lebih jauh, akan ditemukan solusi masalah tersebut.

3) Mereka juga dapat menduduki jabatan sebagai PNS yang banyak dibutuhkan oleh berbagai instansi pemerintah di bidang sosial dan masyarakat seperti Bappenas/ Bappeda, Departemen Sosial, Departemen Pendidikan Nasional, dan sebagainya yang sering membuka lowongan untuk lulusan jurusan sosiologi.

4) Guru/dosen juga dapat menjadi alternatif pilihan bagi lulusan ini. Ada pula peneliti sosial yang merencanakan dan mengelola proyek-poyek dalam masyarakat. Mereka mengatur, mengumpulkan, dan menganalisa data yang diinginkan oleh klien. Ilmu yang membahas mengenai manusia membuat mereka akan selalu bekerja untuk melakukan interaksi mendalam dengan orang lain.

Cukup banyak bukan peluang kerja jurusan Sosiologi yang bisa diambil. Ini karena manusia sebagai makhluk sosial selalu berinteraksi dengan orang lain. Jenis hubungannya pun ada yang merugikan dan menguntungkan. Hal ini akan menimbulkan masalah sosial yang bila tidak di atasi akan menimbulkan kerusakan tatanan yang ada pada masyarakat.

Baca juga: Fakultas dan Jurusan di UI 2017 Lengkap

Ada beberapa sikap mental yang harus dimiliki untuk menunjang keberhasilan karir pada lulusan Sosiologi, yaitu kemampuan dalam mengatur diri sendiri dan orang lain. Kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan berbaur dengan masyarakat. Ini adalah modal dasar dalam pengembangan diri agar terjalinnya kelancaran hubungan antara Sosiolog dengan objeknya.

Jurusan Sosiologi sangat cocok bagi Kamu yang senang mempelajari fenomena-fenomena sosial yang ada di masyarakat. Ketertarikan dalam mempelajari manusia sebagai makhluk individu dan sosial juga membuktikan bahwa jurusan ini adalah jurusan yang tepat. Ilmu-ilmu dalam Sosiologi di bangku perkuliahan akan membawa Kamu menemukan berbagai alasan mengapa sesuatu bisa terjadi dalam masyarakat.

Sebagaimana Psikologi yang mempelajari manusia, Sosiologi memiliki objek masyarakat yang terhimpun dari berbagai manusia. Meski pun objeknya masyarakat, Sosiologi juga mempelajari perilaku manusia. Analisis yang kuat merupakan modal yang bagus dalam proses perkuliahan Sosiologi.

Incoming search terms:

  • prospek kerja sosiologi
  • jurusan sosiologi
  • prospek kerja jurusan sosiologi
  • prospek kerja lulusan sosiologi
  • pekerjaan jurusan sosiologi
  • prospek kerja pendidikan sosiologi
  • lulusan sosiologi jadi apa
  • lulusan sosiologi
  • pengertian sosiologi kerja
  • https://sosioekonomi com/peluang-kerja-jurusan-sosiologi/
Pengertian Sosiologi Keluarga Menurut Para Ahli

Pengertian Sosiologi Keluarga Menurut Para Ahli

Pengertian Sosiologi Keluarga adalah sebuah bidang ilmu yang mempelajari mengenai realita sosiologi dari interaksi antar anggota keluarga, pola dan juga melihat adanya perubahan yang ada di dalam keluarga, juga melihat pengaruh dan pergeseran masyarakat terhadap keluarga dan sebaliknya, melihat pengaruh sistem keluarga terhadap masyarakat umum.

Dalam definisi sosiologi secara luas, keluarga juga dapat diartikan sebagai sebuah kelompok orang yang bersatu karena adanya ikatan darah, seperti orang tua dan anak; juga karena ikatan perkawinan, seperti ayah dan ibu; dan juga adopsi masuk dalam kategori ini karena dalam kenyataannya, interaksi dan hubungan yang terjadi melahirkan peranan sosial.

Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa keluarga adalah sebuah kesatuan sosial yang terjalin karena adanya hubungan darah dimana setiap anggotanya memiliki peran yang berbeda sesuai dengan fungsinya.

Pengertian Sosiologi Keluarga Menurut Para Ahli

Pengertian Sosiologi Keluarga Menurut Para Ahli

Sosiologi keluarga merupakan salah satu bidang ilmu yang penting dalam sosiologi modern karena keluarga merupakan wadah pertama manusia sebelum Ia berinteraksi dan memiliki peran di lingkugan sosial. Artinya, keluarga juga memiliki peran penting dalam pembentukan karakter seseorang sebelum akhirnya beradaptasi dengan lingkungan dan berkontribusi dalam peranan sosial.

Ada pun beberapa pengertian sosiologi keluarga menurut para ahli, seperti apa yang akan kami jabarkan dalam daftar di bawah ini.

Definisi Keluarga Menurut Fitzpatrick

Fitzpatrick merupakan salah satu sosiolog yang banyak memberikan sumbangsihnya dalam perkembangan sosiologi keluarga secara luas. Ia menuturkan, bahwa ada 3 point of view dalam memahami arti keluarga.

  • Pengertian Keluarga Secara Struktural, melihat keluarga menurut ada atau tidaknya anggoa keluarga, seperti ayah-ibu, anak dan sanak saudara lain. Fitzpatrick melihat bahwa ada struktur dalam keluarga mulai dari ayah, ibu, anak dan saudara yang tinggal bersama.
  • Pengertian Keluarga Secara Fungsional, Fitzgerard melihat bahwa setiap anggota keluarga memiliki fungsi dan peran masing-masing.
  • Pengertian Keluarga Secara Transaksional, dalam hal ini Fitzgerard melihat bagaimana setiap anggota keluarga menjalankan tugas dan fungsinya sebagai anggota keluarga.

Definisi Keluarga Menurut Sigmund Freud

Sigmund Freud melihat bahwa keluarga tercipta karena adanya pertalian perkawinan dua umat manusia. Secara tidak langsung, Sigmund Freud berpendapat bahwa keluarga merupakan kumpulan orang yang masih memiliki hubungan darah secara langsung dimana setiap anggota keluarga juga memiliki peran dasar dan fungsi ekspresif di lingkungan keluarga.

Definisi Keluarga Menurut A. M. Rose

Keluarga merupakan sekumpulan orang yang saling berinteraksi dan mengenal satu sama lain dalam sebuah hubungan berbasis pada persaudaraan, perkawinan dan juga adopsi.

Definisi Keluarga Menuurut E. S. Ogar Dus

Keluarga diartikan sebagai kelompok sosial kecil yang biasanya terdiri dari ayah, ibu dan anak. Kelompok sosial kecil tersebut juga memiliki kasih saying dan tanggung jawab.

Definisi Keluarga Menurut Duvall & Logan

Definisi keluarga adalah kelompok kecil yang terbentuk karena adanya hubungan perkawinan, kelahiran atau pun adopsi yang memiliki tujuan untuk mempertahankan budaya, menjaga perkembangan mental, fisit dan juga rasa sosial dari setiap anggota keluarga.

Definisi Keluarga Menurut Elliot dan Merrill

Kumpulan dari dua orang atau lebih yang hidup bersama karena ikatan darah atau adopsi.

Definisi Keluarga Menurut Narwoko dan Suyanto

Keluarga merpakan lembaga sosial yang merupakan ujung dari pranata sosial lain.

**

Telah kami jelaskan pengertian keluarga menurut ahli sosiologi. Bagaimana dengan Anda, apakah sudah memahami arti keluarga dan hal apa saja yang membentuknya?

9 Fungsi Keluarga yang Utama

Dalam mempelajari ilmu sosiologi, ada beberapa materi Sosiologi Keluarga yang harus dipahami oleh setiap siswa. Selanjutnya adalah pembahasan mengenai fungsi utama keluarga. Ya, selain sebagai wadah dalam menjadi tempat tumbuh kembang anak di tahap pertumbuhan awalnya, keluarga juga memiliki fungsi pokok yang paling penting dalam memberikan pengaruhnya di lingkungan sosial. sosioekonomi.com mencoba untuk menjabarkan 9 manfaat keluarga dalam kacamata sosiologi.

  1. Fungsi Reproduksi

Pada dasarnya, keluarga memiliki fungsi penting dalam keberlangsungan umat manusia. Dalam perspektif sosiologi, salah satu fungsi utama keluarga adalah mencetak generasi penerus yang akan menjaga budaya dan tradisi yang ada. Setiap keluarga baru pasti ingin memiliki keturunan yang akan menjadi penerus keluarga tersebut.

  1. Fungsi Sosialisasi

Tugas utama keluarga adalah sebagai wadah untuk bersosialisasi setiap anggota keluarga. Dengan adanya pengenalan awal mengenai sosialisasi di lingkungan keluarga, maka setiap anggota keluarga dapat dengan mudah untuk bersosialisasi di tingkat selanjutnya, yakni di lingkungan masyarakat.

  1. Fungsi Afeksi

Fungsi keluarga yang lain adalah tempat untuk mencurahkan dan mendapatkan kasih sayang di antara anggota keluarga. Kasih sayang inilah yang akhirnya menciptakan ikatan yang kuat di setiap anggota keluarga.

  1. Fungsi Perlindungan

Tugas utama keluarga yang paling penting lainnya adalah memberikan rasa aman dengan melindungi anggota keluarga satu sama lain saat ada ancaman. Contohnya, seorang ayah yang melindungi anaknya dari pergaulan bebas masa kini.

  1. Fungsi Ekonomi

Selain memberikan proteksi dan perlindungan secara psikis, fungsi keluarga juga memberikan perlindungan dalam hal ekonomi. Yakni kepala keluarga memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan setiap anggota keluarga. Dan anggota keluarga juga dapat membantu kepala keluarga dalam memenuhi kebutuhannya.

  1. Fungsi Religius

Keluarga juga memiliki fungsi dasar dalam mengenalkan keturunannya mengenai agama. Keluarga merupakan tempat pertama untuk menanamkan dasar agama yang penting di setiap aspek kehidupan.

  1. Fungsi Pendidikan

Tujuan keluarga selain mengenalkan nilai sosial juga memberikan edukasi mengenai berbagai hal, baik dalam hal formal atau non formal. Pendidikan dasar dalam keluarga sangat penting bagi anak karena bisa membangun karakter dasar anak.

  1. Fungsi Rekreasi

Selain memberikan nilai yang bermanfaat bagi setiap anggotanya dalam mengarungi kehidupan, keluarga juga memiliki tujuan untuk menciptakan kebahagiaan dan keharmonisan dalam bentuk rekreasi.

  1. Fungsi Penentu Status

Dalam lingkungan masyarakat luas, ada kesenjangan status yang dimiliki setiap orang. Sedangkan dalam lingkungan keluarga, status dapat diturunkan ke anggota keluarga yang lain.

Baca Juga: Fungsi Keluarga Menurut Friedman, Ahli Sosiologi

Demikian uraian lengkap mengenai fungsi keluarga dalam kacamata sosiologi. Selanjutnya, mari kita telaah lebih lanjut mengenai jenis dan macam anggota keluarga.

Jenis Jenis Keluarga

Ada beberapa jenis jenis keluarga yang harus Anda ketahui sebelum menyusun makalah Sosiologi Keluarga. Materi tentang jenis keluarga akan memperkuat Anda dalam menyusun makalah Sosiologi Keluarga.

  • Nuclear Family atau Keluarga Inti

Yang dimaksud keluarga inti adalah sebuah keluarga yang memiliki anggota lengkap; ayah, ibu dan anak.

  • Extended Family atau Keluarga Besar

Yang dimaksud dengan keluarga besar adalah keluarga inti yang memiliki anggota/saudara lain yang masih tinggal satu rumah.

  • Serial Family atau Keluarga Berantai

Ini cukup kompleks, karena yang dimaksud dengan Serial Family adalah keluarga yang terbentuk dari wanita dan pria yang pernah menikah lebih dari 1 kali.

  • Single Family atau Keluarga Sendirian

Keluarga yang tidak lengkap karena perceraian.

  • Composite Family atau Keluarga Berkomposisi

Ini merupakan jenis keluarga yang tinggal di lingkungan yang sama meski sang suami atau ayah melakukan poligami.

  • Cahabitation Family atau Keluarga Kabitas

Contoh dari keluarga kabitas adalah kumpul kebo.

Demikian materi lengkap tentang pengertian Sosiologi Keluarga, definisi dari para ahli dan juga beberapa jenis keluarga. Untuk memahami lebih lanjut mengenai macam macam bentuk keluarga, silahkan kunjungi link di bawah ini.

Baca Juga: Bentuk Bentuk Keluarga dan Jenis Keluarga

Incoming search terms:

  • sosiologi keluarga
  • pengertian sosiologi keluarga
  • definisi sosiologi keluarga
  • sosiologi keluarga menurut para ahli
  • jelaskan pengertian keluarga dalam kajian sosiologi
  • pengertian keluarga menurut para ahli sosiologi
  • pengertian dari sosiologi keluarga
  • keluarga menurut sosiologi
  • pengertian keluarga menurut para ahli
  • pengertian keluarga berdasarkan kajian sosiolohi
Bentuk Bentuk Keluarga dan Jenis Keluarga

Bentuk Bentuk Keluarga dan Jenis Keluarga

Pada dasarnya ada beberapa jenis bentuk bentuk keluarga yang harus kita ketahui. Di artikel selanjutnya kita telah kita bahas mengenai beberapa jenis keluarga dari sudut pandang Sosiologi. Untuk memperdalam materi, mari kita ingat kembali 3 jenis keluarga;

  • Keluarga Inti

Keluarga inti terdiri dari ayah, ibu dan juga anak. Keluarga inti juga memiliki peran yang besar untuk perkembangan seluruh anggotanya.

  • Keluarga Konjugal

Keluarga conjugal terdiri dari keluarga inti yang ditambahkan oleh kehadiran orang tua dari ayah atau ibu yang tinggal dalam lingkungan yang sama. Jenis keluarga conjugal ini memiliki ruang lingkup yang luas dan kompleks.

  • Keluarga Luas

Jenis keluarga yang terakhir adalah Keluarga Luas yang memiliki tambahan personil. Contohnya, pasangan A dan B masih tinggal di tempat orang tua A, yang juga masih tinggal bersama anak-anaknya. Artinya, keluarga utama masih hidup bersama keluarga orang tua (kakek dan nenek), paman, bibi dan saudara lain.

bentuk bentuk keluarga

Demikian 3 jenis keluarga secara umum. Menurut Wikipedia, pengertian keluarga ialah suatu kelompok kecil yang tersusun oleh ayah –yang merupakan kepala keluarga, ibu, anak yang hidup di lingkungan yang sama dan memiliki hubungan kasih sayang, saling bergantung dan saling melindungi.

Jenis Bentuk Bentuk Keluarga

Pada dasarnya, ada beberapa bentuk bentuk keluarga yang dibedakan dari beberapa hal, seperti garis keturunan, tempat dimana mereka tinggal, status perkawinan, dan juga jenis anggota tersebut. Untuk mengetahui lebih spesifik mengenai beberapa macam bentuk keluarga, mari kita lihat uraian berikut ini.

Bentuk Keluarga Menurut Garis Keturunan

Jika berbicara mengenai garis keturunan, ada dua hal penting yang akan kita bahas. Pertama adalah Patrilinear, yang merupakan istilah untuk mengatur keturunan darah dari ayah. Kedua adalah Matrilinear, yang merupakan istilah untuk melihat keturunan sedarah berdasarkan garis keturunan sang ibu.

Bentuk Keluarga Berdasar Jenis Perkawinan

Monogami merupakan istilah yang menggambarkan kondisi keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu. Sedangkan Poligami merupakan istilah yang megngambarkan status perkawinan yang lebih kompleks, yakni sang Ayah memiliki dua isteri atau lebih.

Bentuk Keluarga Berdasar Tempat Tinggal (Pemukiman)

Patrilokal merupakan istilah untuk menggambarkan pasangan suami dan istri yang tinggal bersama dengan keluarga dari suami. Matrilokal merupakan istilah untuk menggambarkan pasangan suami dan istri yang tinggal bersama keluarga dari istri. Sedangkan Neolokal ldisematkan kepada mereka yang hidup sendiri dan terpisah dari keluarga masing-masing.

Bentuk Keluarga Berdasar Anggota Keluarga

Macam macam bentuk keluarga ini dikemukakan oleh Goldenberg (1980), Ia menuturkan bahwa ada 9 jenis keluarga berdasarkan susunan anggota keluarga yang ada.

Berikut 9 jenis keluarga menurut Goldenberg:

  1. Keluarga Inti atau Nuclear Family
  2. Keluarga Besar atau Extended Family
  3. Keluarga Campuran atau Blended Family
  4. Keluarga Menurut Hukum Umum atau Common Law Family
  5. Keluarga Orang Tua Tunggal atau Single Parent
  6. Keluarga yang Hidup Bersama atau Communal Family
  7. Keluarga Serial atau Serial Family
  8. Keluarga Gabungan atau Composite Family
  9. Keluarga yang Tinggal Bersama atau Cohabitation Family

Penjelasan mengenai 9 jenis keluarga berdasar susunan anggota keluarga dapat di baca di artikel selanjutnya.

Bentuk Keluarga Berdasar Kekuasaan

Jika melihat kekuasaan, kekuasaan di dalam keluarga bersumber dari ayah atau ibu. Jika kekuasaan keluarga lebih banyak dipegang oleh Ayah, maka bentuk keluarga tersebut dinamakan Patriakal. Sedangkan jika kekuasaan dan keputusan banyak dikuasai oleh pihak ibu, maka bentuk keluarga tersebut dinamakan Matriakal. Jika komposisi kekuasaan dan keputusan seimbang, maka disebut dengan Equalitarium.

Demikian berbagai macam dan bentuk bentuk keluarga dari perspektif sosiologi. Dalam materi selanjutnya, silahkan pahami mengenai fungsi keluarga dalam sosiologi dan para ahli.

Incoming search terms:

  • bentuk bentuk keluarga
  • Bentuk keluarga
  • jenis jenis keluarga
  • jenis keluarga
  • bentuk-bentuk keluarga
  • macam macam keluarga
  • 3 bentuk keluarga
  • 2 jenis keluarga menurut sunarto
  • jenis-jenis keluarga
  • jenis keluarga menurut para ahli
Fungsi Keluarga Menurut Friedman, Ahli Sosiologi

Fungsi Keluarga Menurut Friedman, Ahli Sosiologi

Fungsi keluarga dalam sosiologi dilihat dari sejauh mana peran keluarga dalam membentuk pribadi yang siap untuk menjalankan peran dan fungsinya dalam proses sosialisasi di lingkungan masyarakat secara luas. Fungsi keluarga ini sangat penting dan tidak tergantikan oleh apapun, oleh karena itu, mereka yang tidak memiliki keluarga cenderung mengalami krisis sosial saat besosialisasi dan berinteraksi dalam masyarakat.

Fungsi Sosiologi Menurut Friedman

Ada pun beberapa fungsi sosiologi menurut para ahli, dalam hal ini kami menuturkan pendapat menurut Friedman. Berdasarkan hasil pemikirannya, Friedman mengemukakan beberapa poin berikut:

  1. Fungsi Aktif

Friedman menganggap bahwa keluarga turut berperan serta dalam membentuk kepribadian seseorang karena keluarga merupakan lingkup kecil yang mengajarkan berbagai hal. Nilai yang diajarkan dalam keluarga tersebut akan membantu seseorang dalam mempersiapkan dirinya sebelum berinteraksi dengan masyarakat luas.

  1. Fungsi Sosialisasi

Fungsi sosiologi menurut para ahli, dalam hal ini Friedman mengungkapkan keluarga merupakan tempat terbaik untuk seseorang dalam belajar melakukan interaksi sosial dan mengemban peran dan tugasnya dalam lingkungan tersebut.

  1. Fungsi Reproduksi

Maksudnya, keluarga juga berfungsi untuk melestarikan keturunan karena keluarga akan selalu memiliki rencanan untuk menambah momongan untuk menciptakan generasi penerus.

  1. Fungsi Ekonomi

Friedman juga berpendapat bahwa selain memberikan beberapa hal diatas, keluarga juga berfungsi sebagai alat pemenuh kebutuhan. Secara finansial, keluarga harus bisa memenuhi kebutuhan setiap anggotanya dengan mencari penghasilan.

  1. Fungsi Perawatan

Terakhir, fungsi utama dari keluarga adalah menjaga kesehatan setiap anggotanya agar mereka dapat memikul peran dan tugasnya di lingkungan keluarga dan masyarakat umum.

Demikian pendapat para ahli mengenai fungsi keluarga dalam sosiologi. Ada pun beberapa fungsi utama keluarga yang sering dikaji dalam ilmu sosiologi.

fungsi keluarga menurut Friedman

Keluarga merupakan salah satu kajian yang menyenangkan karena ini merupakan ruang lingkup terkecil dari proses sosialisasi. Sukses tidaknya seseorang juga banyak dipengaruhi oleh lingkungan keluarganya. Keluarga yang menanamkan nilai-nilai positif akan membentuk individu yang akan selalu membawa dan mengamalkan nilai positif tersebut. Pun sebaliknya.

Fungsi Keluarga dalam Sosiologi

Selanjutnya, mari kita lihat lebih jelas mengenai fungsi keluarga secara umum.

  1. Fungsi Reproduksi

Manusia akan selalu berkembang biak, baik untuk memenuhi kebutuhan psikisnya atau pun untuk menjaga kelestarian generasinya. Keluarga merupakan salah satu cara untuk menjaga kelestarian manusia. Tidak heran jika dalam sudut pandang sosiologi, keluarga memiliki fungsi reproduksi, yakni cara dimana manusia tetap mempertahankan keturunannya.

  1. Fungsi Kasih Sayang atau Affection

Keluarga merupakan tempat dimana setiap anggotanya mendapatkan kasih sayang dari anggota yang lain. Dan tempat dimana seseorang memberikan kasih sayang sebagai hubungan timbale balik. Inilah salah satu fungsi keluarga dalam islam yang selalu dijunjung tinggi.

  1. Fungsi Sosialisasi

Tujuan utama keluarga adalah membentuk pribadi individu yang mengerti mengenai perannya di masyarakat. Dengan adanya intensitas interaksi yang tinggi di lingkungan keluarga, maka akan terbentuk pribadi yang dapat bersosialisasi dengan baik di masyarakat yang jauh lebih kompleks. Dengan interaksi di lingkungan yang kecil (keluarga), individu dapat mengamati peran dan fungsinya dalam lingkungan tersebut.

  1. Fungsi Perlindungan

Fungsi perlindungan merupakan salah satu bentuk perubahan dan pergeseran fungsi keluarga. Dalam hal ini, keluarga merupakan tempat yang seharusnya memberikan rasa aman untuk setiap anggotanya dan setiap anggota tersebut pun saling memberikan keamanan satu sama lain.

  1. Fungsi Ekonomi

Keluarga juga menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, termasuk dalam perspektif ekonomi. Keluarga, melalui ayah atau ibu, menjadi tempat yang tepat untuk individu dalam menenuhi kebutuhan dasarnya hingga individu tersebut dapat mencari penghasilan sendiri.

  1. Fungsi Religius

Salah satu fungsi keluarga dalam islam dan juga perspektif ilmu sosiologi adalah fungsi religious. Keluarga menjadi tempat pertama seseorang memperoleh nilai nilai agama yang menjadi pegangan hidup seseorang.

  1. Fungsi Pendidikan

Keluarga juga menjadi tempat individu mengerti tentang kehidupan, belajar melalui hal kecil hingga sarana untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Keluarga selayaknya menyediakan pendidikan yang layak bagi setiap anggotanya.

  1. Fungsi Rekreasi

Selain menjadi tempat untuk mendapatkan pendidikan yang layak, keluarga juga harus menjadi tempat yang tepat untuk mendapatkan kebahagian, baik melalui rekreasi atau pun interaksi yang terjadi di dalamnya.

  1. Fungsi Penentu Status

Seseorang dapat memperoleh gelar jika dilahrikan dari keluarga tertentu karena dalam beberapa aspek, status seseorang didapat dari garis keturunan. Ini merupakan contoh terakhir mengenai fungsi keluarga dalam sosiologi.

Dalam perkembangannya, fungsi-fungsi tersebut mengalami pergeseran dan diprediksikan akan terus berkembang dan bertambah.

**

Demikian uraian lengkap tentang fungsi keluarga menurut ahli sosiologi, Friedman, maupun dalam cakupan yang lebih luas. Semoga ulasan dari sosioekonomi.com bermanfaat!

Incoming search terms:

  • fungsi keluarga menurut para ahli
  • fungsi keluarga dalam sosiologi
  • fungsi keluarga menurut friedman
  • fungsi keluarga menurut sosiolog
  • pengertian keluarga dalam kajian sosiologi
  • fungsi keluarga sosiologi
  • fungsi keluarga menurut para sosiolog
  • fungsi keluarga menurut sosiologi
  • fungsi sosiologis keluarga
  • fungsi keluarga menurut para ahli sosiologi
Pengertian Sosiologi Hukum dan Konsepnya

Pengertian Sosiologi Hukum dan Konsepnya

Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu yang mempelajari kehidupan dan aktivitas manusia. Tidak heran jika ada banyak cabang ilmu sosiologi yang berkaitan dan juga mengamati bidang lain. Dalam perjalanannya, ilmu Sosiologi Hukum lahir sebagai mata kuliah atas prakarsa dari Mochtar Kusumaatmaja yang merupakan guru besar Universitas Padjajarn yang juga merupakan Menteri Kehakiman. Waktu itu beliau menyusun konsep hukum yang mampu mendukung program Bappenas. Lalu, muncul konsep pembinaan hukum yang diciptakan oleh Mochtar Kusumaatmaja.

sosiologi-hukum

Menurutnya;

  • Hukum tidak meliputi asas dan juga kaidah yang mengatur hidup mausia dalam tatan sosial, termasuk lembaga dan juga proses dalam mewujudkan kaedah dalam kenyataan.
  • Hukum merupakan kaidan dan juga asas yang mengatur hidup manusia dalam masyarakat, termasuk lembaga dan juga proses dalam mewujudkan terciptanya hukum.

Untuk lebih memahami makna dari dua poin tersebut, silahkan baca artikel mengenai sejarah ilmu Sosiologi Hukum di Indonesia dan mengerti manfaat mempelajari sosiologi hukum.

Pengertian Sosiologi Hukum

Setelah mengerti sejarah dibalik lahirnya ilmu Sosiologi Hukum di Indonesia yang digagas oleh Mochtar Kusumaatmadja, sekarang kita akan mengetahui apa pengertian Sosiologi Hukum.

Sosiologi hukum adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara hukum dan juga gejala sosial di masyarakat dalam sudut pandang empiris analitis.

Brede Mayer mengatakan bahwa ada beberapa poin penting mengenai pentingnya mempelajari intisari dan manfaat Sosiologi Hukum. Berikut ruang lingkup ilmu Sosiologi Hukum menurut Brade Mayer:

  1. Sociology of the Law – Menganggap hukum sebagai alat pusat penelitian dengan sudut pandang sosiologis sebagaimana ilmu lain diteliti dari sisi ilmu sosiologis.  Tujuan utama dari penelitian tersebut untuk mengetahui proses hukum dan pentingnya hukum dalam kehidupan masyarakat secara umum.
  2. Sociology in the Law – Untuk mempermudah fungsi hukum, dalam melaksanakan fungsi hukum akan dibantu oleh ilmu sosial lain.
  3. Gejala Sosial yang lain – ilmu sosiologi bukan saja menitikberatkan pada penelitian normative, tetapi mengamati analisa normative untuk melihat efektifitas hukum sehingga tujuan utama hukum itu bisa tercapai.

Lahirnya Ilmu Sosiologi Hukum

Pada dasarnya, ilmu sosiologi mempelajari apa saja yang ada dalam tatanan masyarakat. Sosiologi Hukum sebagai ilmu pun akhirnya tercipta karena dipengaruhi 3 sub-ilmu lain seperti ilmu hukum, filsafat hukum dan tentunya ilmu sosiologi itu sendiri yang fokus di ranah hukum. Untuk lebih jelasnya, mari  kita telaah satu per satu lahirnya Sosiologi Hukum sebagai ilmu.

  • Ilmu Hukum

Dalam sudut pandang sosial, hukum merupakan salah satu gejala sosial yang hidup di lingkungan masyarakat. Hal inilah yang mendukung terciptanya ilmu Sosiologi Hukum.

  • Filsafat Hukum

Dalam filsafat hukum menyebutkan bahwa hukum memiliki hirarki dimana hukum yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan ketentuan yang lebih atas derajatnya. Urutan hirarki hukum;

  • Grundnorm, yang merupakan dasar (ground) norma (norm) yang menjadi landasan hukum yang utama.
  • Konstitusi
  • Undang-Undan dan Kebiasaan
  • Putusan Pengadilan

Selanjutnya, ada beberapa aliran dalam filasafat hukum yang akhirnya mempengaruhi terciptanya Sosiologi Hukum. Berikut informasi lengkapnya:

  1. Mazhab Sejarah. Tokoh penggagas mazhab ini adalah Carl Von Savigny yang menganggap bahwa hukum itu tidak diciptakan, tapi tumbuh dalam lingkungan masyarakat yang akhirnya menciptakan kesadaran hukum dalam kehidupan sosial. Dalam perkembangannya, hukum menjadi alat kontrol masyarakat tradisional hingga masyarakat modern.
  2. Mazhab Utility atau nilai guna. Tokoh penggagasnya adalah Jeremy Bentham yang menganggap bahwa hukum harus memiliki nilai guna untuk masyarakat agar bisa hidup tentram. Oleh karena itu, hukum menjadi alat kontrol yang adil untuk menjamin rasa aman dan menjadi pengadil bagi mereka yang membuat kekacauan yang mengakibatkan kerugian pada orang lain. Bahkan tokoh penting dalam Ilmu Hukum yang lain, Rudolf von Ihering menyatakan bahwa hukum adalah cara untuk mencapai tujuan dalam masyarakat. Ini berkaca dari mazhab Utility atau nilai guna.
  3. Mazhab Sociological Jurisprudence yang dikemukakan oleh Eugene Ehrlich yang menyatakan bahwa hukum yang diciptakan harus sesuai dengan hukum yang hidup dalam masyarakat tersebut.
  4. Mazhab Pragmatical Legal Realism, yang dikemukakan oleh Roscoe Pound. Ia merupakan tokoh penting dalam Ilmu Hukum. Bersama dengan Jerome Frank dan Karl Llewellyn yang menyatakan bahwa hakim bukanlah yang menemukan hukum, tetapi juga membentuk hukum yang berlaku.

Itulah 4 mazhab atau aliran dalam Filsafat Hukum yang akhirnya mempengaruhi lahirnya Ilmu Sosiologi Hukum.

  • Ilmu Sosiologi yang punya Orientasi terhadap Ilmu Hukum. Dalam hal ini, salah satu tokoh penting dalam Sosiologi, yakni Emile Durkheim berkata bahwa ada solidaritas sosial di kehidupan sosial. Berikut maksud solidaritas sosial menurut Emile Durkheim
  • Solidaritas Sosial Mekanis. Ia menganggap bahwa dalam sudut pandang masyarakat tradisional, hukum itu mengekang (represif). Maksudnya, siapa yang melakukan tindak kejahatan akan diproses dan dikenai sanksi pidana.
  • Solidaritas Sosial Organik. Ia menganggap bahwa fungsi hukum di masyarakan modern hanya bersifat restitutif, dimana tujuan utamanya bukan memberikan hukuman. Hukum hanya berfungsi untuk menjaga tatanan masyarakat agar tidak ada kecurangan/kekacauan terjadi.
  • Irasional Materiil. Maksudnya, hukum dan undang-undang dibuat hanya berdasar pada keputusan dan nilai emosional tanpa menunjuk satu kaidah.
  • Irasional Formal. Maksudnya, hukum dan undang-undang tercipta berdasarkan kaidah diluar nalar manusia. Contohnya berdasarkan ramalan atau wahyu seseorang.
  • Rasional Materiil. Arti dari rasional materiil adalah undang-undang itu diciptakan merujuk pada kitab suci, ideology atau juga kebijakan yang diciptakan oleh si penguasa.
  • Rasional Formal. Pengertian dari rasional formal adalah hukum diciptakan hanya berdasar pada konsep abstrak ilmu hukum tanpa mempertimbangkan kaidah lain.

Itulah beberapa materi lengkap Sosiologi Hukum sebagai Ilmu dan bagaimana ilmu hukum dan sosiologi saling terkait satu sama lain. Setelah mengetahui fungsi dan juga manfaat dari Sosiologi Hukum, selanjutnya, mari kita ketahui konsep Sosiologi Hukum. Ini merupakan salah satu ruang lingkup Sosiologi Hukum yang harus dipelajari oleh setiap orang yang mempelajari ilmu ini.

Konsep Konsep Sosiologi Hukum

  1. Hukum sebagai Pengendalian Sosial (Social Control)

Dalam konsep ini, hukum digunakan sebagai alat untuk menjaga ketertiban dan alat untuk mencapai keadilan. Social Control juga meliputi semua kekuatan yang bisa menciptakan dan menjaga ikatan sosial dalam masyarakat. Hukum bersifat represif atau mengikat, dimana hukum digunakan sebagai alat (pemaksa) agar orang berkelakuan baik dan hukum juga memberikan ancaman bagi siapa saja yang melanggar hukum.

  1. Hukum sebagai Social Engineering

Maksud dari hukum sebagai social engineering adalah hukum membantu membentuk masyarakat untuk lebih maju dan berpikir rasional. Sebelum adanya hukum, masyarakat kerap berpikir irasional dengan menegakkan hukum yang mereka percayai dan tidak mempedulikan keadilan yang sesungguhnya. Di sini, hukum merupakan cara untuk memperbaharui pola pikir dalam tatanan masyarakat agar mereka yang tadinya berpikir secara tradisional atau sederhana akan berubah dan memiliki pola pikir yang rasional dan make sense.

  1. Wibawa Hukum

Hukum tidak memiliki wibawa atau pengakuan dari masyarakat karena norma hukum tidak sesuai dengan norma sosial yang non-hukum. Apalagi, para penegak hukum yang harusnya sadar dan menegakkan hukum yang adil justru menyalahgunakan wewenangnya dalam menjaga hukum Negara. Bukannya menerapkan nilai hukum yang adil, para pejabat tersebut justru menggunakan kekuasaannya untuk mempermainkan hukum yang berlaku.

  1. Ciri Ciri Hukum Modern

Salah satu ciri utama dari hukum modern adalah adanya keadilan, baik bagi mereka yang menjadi objek hukum maupun penyelenggara hukum tersebut. Belum lagi, hukum juga harus sesuai dengan kondisi nyata tatanan dalam masyarakat. Semua undang-undang, aturan dan juga hukum pun harus dibuat berdasarkan prosedur dan alur yang sah yang telah ditentukan. Dan akhirnya, hukum yang berlaku harus bisa dipahami oleh pihak yang diatur dalam hukum tersebut.

  1. Hukum Tumpul Ke Atas dan Tajam ke Bawah

Ini merupakan realita yang ada di masyarakat modern saat ini, dimana mereka yang memiliki kekuasaan dan juga uang akan kebal terhadap hukum jika terdeteksi terlibat dalam tindak pidana. Namun bagi mereka yang tidak memiliki kekuasaan atau uang, mereka tidak dapat lepas dari jerat hukum jika melakukan tindak pidana.

  1. Kepatuhan dan Kesadaran Hukum

Dalam hal ini, patuh hukum berarti takut terhadap sanksi yang dikenakan sehingga manusia cenderung takut untuk melanggar hukum yang berlaku. Sedangkan kesadaran berasa dari akal sehat dan juga hati nurani manusia untuk sadar hukum, mematuhi dan menghormati hukum.

**

Untuk mengetahui lebih lengkap tentang konsep Sosiologi hukum, ruang lingkup dan juga objek sosiologi hukum, silahkan buka link di bawah ini:

Demikian uraian lengkap tentang Ilmu Sosiologi Hukum yang membahas tentang sejarah terciptanya Sosiologi Hukum di Indonesia, ruang lingkup, fungsi dan tujuan dari Sosiologi Hukum, objek dan konsep Sosiologi Hukum. Bila ingin copas di blog, tolong sertakan sumber atau cukup mencantumkan sosioekonomi.com di akhir paragraf. Terima kasih, semoga bermanfaat bagi Anda.

Incoming search terms:

  • pengertian sosiologi hukum
  • sosiologi hukum
  • konsep sosiologi hukum
  • konsep dasar sosiologi hukum
  • konsep hukum sosiologis
  • sosiologi hukum mempelajari kontrol sosial
  • sosiologi pendidikan adalah subilmu sosiologi yang mempelajari
  • pengertian hukum sosiologi
  • pengertian sosialogi hukum pidana
  • konsep sosiologi
error: Content is protected !!