Pengertian Sosiologi Hukum dan Konsepnya

Pengertian Sosiologi Hukum dan Konsepnya

Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu yang mempelajari kehidupan dan aktivitas manusia. Tidak heran jika ada banyak cabang ilmu sosiologi yang berkaitan dan juga mengamati bidang lain. Dalam perjalanannya, ilmu Sosiologi Hukum lahir sebagai mata kuliah atas prakarsa dari Mochtar Kusumaatmaja yang merupakan guru besar Universitas Padjajarn yang juga merupakan Menteri Kehakiman. Waktu itu beliau menyusun konsep hukum yang mampu mendukung program Bappenas. Lalu, muncul konsep pembinaan hukum yang diciptakan oleh Mochtar Kusumaatmaja.

sosiologi-hukum

Menurutnya;

  • Hukum tidak meliputi asas dan juga kaidah yang mengatur hidup mausia dalam tatan sosial, termasuk lembaga dan juga proses dalam mewujudkan kaedah dalam kenyataan.
  • Hukum merupakan kaidan dan juga asas yang mengatur hidup manusia dalam masyarakat, termasuk lembaga dan juga proses dalam mewujudkan terciptanya hukum.

Untuk lebih memahami makna dari dua poin tersebut, silahkan baca artikel mengenai sejarah ilmu Sosiologi Hukum di Indonesia dan mengerti manfaat mempelajari sosiologi hukum.

Pengertian Sosiologi Hukum

Setelah mengerti sejarah dibalik lahirnya ilmu Sosiologi Hukum di Indonesia yang digagas oleh Mochtar Kusumaatmadja, sekarang kita akan mengetahui apa pengertian Sosiologi Hukum.

Sosiologi hukum adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara hukum dan juga gejala sosial di masyarakat dalam sudut pandang empiris analitis.

Brede Mayer mengatakan bahwa ada beberapa poin penting mengenai pentingnya mempelajari intisari dan manfaat Sosiologi Hukum. Berikut ruang lingkup ilmu Sosiologi Hukum menurut Brade Mayer:

  1. Sociology of the Law – Menganggap hukum sebagai alat pusat penelitian dengan sudut pandang sosiologis sebagaimana ilmu lain diteliti dari sisi ilmu sosiologis.  Tujuan utama dari penelitian tersebut untuk mengetahui proses hukum dan pentingnya hukum dalam kehidupan masyarakat secara umum.
  2. Sociology in the Law – Untuk mempermudah fungsi hukum, dalam melaksanakan fungsi hukum akan dibantu oleh ilmu sosial lain.
  3. Gejala Sosial yang lain – ilmu sosiologi bukan saja menitikberatkan pada penelitian normative, tetapi mengamati analisa normative untuk melihat efektifitas hukum sehingga tujuan utama hukum itu bisa tercapai.

Lahirnya Ilmu Sosiologi Hukum

Pada dasarnya, ilmu sosiologi mempelajari apa saja yang ada dalam tatanan masyarakat. Sosiologi Hukum sebagai ilmu pun akhirnya tercipta karena dipengaruhi 3 sub-ilmu lain seperti ilmu hukum, filsafat hukum dan tentunya ilmu sosiologi itu sendiri yang fokus di ranah hukum. Untuk lebih jelasnya, mari  kita telaah satu per satu lahirnya Sosiologi Hukum sebagai ilmu.

  • Ilmu Hukum

Dalam sudut pandang sosial, hukum merupakan salah satu gejala sosial yang hidup di lingkungan masyarakat. Hal inilah yang mendukung terciptanya ilmu Sosiologi Hukum.

  • Filsafat Hukum

Dalam filsafat hukum menyebutkan bahwa hukum memiliki hirarki dimana hukum yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan ketentuan yang lebih atas derajatnya. Urutan hirarki hukum;

  • Grundnorm, yang merupakan dasar (ground) norma (norm) yang menjadi landasan hukum yang utama.
  • Konstitusi
  • Undang-Undan dan Kebiasaan
  • Putusan Pengadilan

Selanjutnya, ada beberapa aliran dalam filasafat hukum yang akhirnya mempengaruhi terciptanya Sosiologi Hukum. Berikut informasi lengkapnya:

  1. Mazhab Sejarah. Tokoh penggagas mazhab ini adalah Carl Von Savigny yang menganggap bahwa hukum itu tidak diciptakan, tapi tumbuh dalam lingkungan masyarakat yang akhirnya menciptakan kesadaran hukum dalam kehidupan sosial. Dalam perkembangannya, hukum menjadi alat kontrol masyarakat tradisional hingga masyarakat modern.
  2. Mazhab Utility atau nilai guna. Tokoh penggagasnya adalah Jeremy Bentham yang menganggap bahwa hukum harus memiliki nilai guna untuk masyarakat agar bisa hidup tentram. Oleh karena itu, hukum menjadi alat kontrol yang adil untuk menjamin rasa aman dan menjadi pengadil bagi mereka yang membuat kekacauan yang mengakibatkan kerugian pada orang lain. Bahkan tokoh penting dalam Ilmu Hukum yang lain, Rudolf von Ihering menyatakan bahwa hukum adalah cara untuk mencapai tujuan dalam masyarakat. Ini berkaca dari mazhab Utility atau nilai guna.
  3. Mazhab Sociological Jurisprudence yang dikemukakan oleh Eugene Ehrlich yang menyatakan bahwa hukum yang diciptakan harus sesuai dengan hukum yang hidup dalam masyarakat tersebut.
  4. Mazhab Pragmatical Legal Realism, yang dikemukakan oleh Roscoe Pound. Ia merupakan tokoh penting dalam Ilmu Hukum. Bersama dengan Jerome Frank dan Karl Llewellyn yang menyatakan bahwa hakim bukanlah yang menemukan hukum, tetapi juga membentuk hukum yang berlaku.

Itulah 4 mazhab atau aliran dalam Filsafat Hukum yang akhirnya mempengaruhi lahirnya Ilmu Sosiologi Hukum.

  • Ilmu Sosiologi yang punya Orientasi terhadap Ilmu Hukum. Dalam hal ini, salah satu tokoh penting dalam Sosiologi, yakni Emile Durkheim berkata bahwa ada solidaritas sosial di kehidupan sosial. Berikut maksud solidaritas sosial menurut Emile Durkheim
  • Solidaritas Sosial Mekanis. Ia menganggap bahwa dalam sudut pandang masyarakat tradisional, hukum itu mengekang (represif). Maksudnya, siapa yang melakukan tindak kejahatan akan diproses dan dikenai sanksi pidana.
  • Solidaritas Sosial Organik. Ia menganggap bahwa fungsi hukum di masyarakan modern hanya bersifat restitutif, dimana tujuan utamanya bukan memberikan hukuman. Hukum hanya berfungsi untuk menjaga tatanan masyarakat agar tidak ada kecurangan/kekacauan terjadi.
  • Irasional Materiil. Maksudnya, hukum dan undang-undang dibuat hanya berdasar pada keputusan dan nilai emosional tanpa menunjuk satu kaidah.
  • Irasional Formal. Maksudnya, hukum dan undang-undang tercipta berdasarkan kaidah diluar nalar manusia. Contohnya berdasarkan ramalan atau wahyu seseorang.
  • Rasional Materiil. Arti dari rasional materiil adalah undang-undang itu diciptakan merujuk pada kitab suci, ideology atau juga kebijakan yang diciptakan oleh si penguasa.
  • Rasional Formal. Pengertian dari rasional formal adalah hukum diciptakan hanya berdasar pada konsep abstrak ilmu hukum tanpa mempertimbangkan kaidah lain.

Itulah beberapa materi lengkap Sosiologi Hukum sebagai Ilmu dan bagaimana ilmu hukum dan sosiologi saling terkait satu sama lain. Setelah mengetahui fungsi dan juga manfaat dari Sosiologi Hukum, selanjutnya, mari kita ketahui konsep Sosiologi Hukum. Ini merupakan salah satu ruang lingkup Sosiologi Hukum yang harus dipelajari oleh setiap orang yang mempelajari ilmu ini.

Konsep Konsep Sosiologi Hukum

  1. Hukum sebagai Pengendalian Sosial (Social Control)

Dalam konsep ini, hukum digunakan sebagai alat untuk menjaga ketertiban dan alat untuk mencapai keadilan. Social Control juga meliputi semua kekuatan yang bisa menciptakan dan menjaga ikatan sosial dalam masyarakat. Hukum bersifat represif atau mengikat, dimana hukum digunakan sebagai alat (pemaksa) agar orang berkelakuan baik dan hukum juga memberikan ancaman bagi siapa saja yang melanggar hukum.

  1. Hukum sebagai Social Engineering

Maksud dari hukum sebagai social engineering adalah hukum membantu membentuk masyarakat untuk lebih maju dan berpikir rasional. Sebelum adanya hukum, masyarakat kerap berpikir irasional dengan menegakkan hukum yang mereka percayai dan tidak mempedulikan keadilan yang sesungguhnya. Di sini, hukum merupakan cara untuk memperbaharui pola pikir dalam tatanan masyarakat agar mereka yang tadinya berpikir secara tradisional atau sederhana akan berubah dan memiliki pola pikir yang rasional dan make sense.

  1. Wibawa Hukum

Hukum tidak memiliki wibawa atau pengakuan dari masyarakat karena norma hukum tidak sesuai dengan norma sosial yang non-hukum. Apalagi, para penegak hukum yang harusnya sadar dan menegakkan hukum yang adil justru menyalahgunakan wewenangnya dalam menjaga hukum Negara. Bukannya menerapkan nilai hukum yang adil, para pejabat tersebut justru menggunakan kekuasaannya untuk mempermainkan hukum yang berlaku.

  1. Ciri Ciri Hukum Modern

Salah satu ciri utama dari hukum modern adalah adanya keadilan, baik bagi mereka yang menjadi objek hukum maupun penyelenggara hukum tersebut. Belum lagi, hukum juga harus sesuai dengan kondisi nyata tatanan dalam masyarakat. Semua undang-undang, aturan dan juga hukum pun harus dibuat berdasarkan prosedur dan alur yang sah yang telah ditentukan. Dan akhirnya, hukum yang berlaku harus bisa dipahami oleh pihak yang diatur dalam hukum tersebut.

  1. Hukum Tumpul Ke Atas dan Tajam ke Bawah

Ini merupakan realita yang ada di masyarakat modern saat ini, dimana mereka yang memiliki kekuasaan dan juga uang akan kebal terhadap hukum jika terdeteksi terlibat dalam tindak pidana. Namun bagi mereka yang tidak memiliki kekuasaan atau uang, mereka tidak dapat lepas dari jerat hukum jika melakukan tindak pidana.

  1. Kepatuhan dan Kesadaran Hukum

Dalam hal ini, patuh hukum berarti takut terhadap sanksi yang dikenakan sehingga manusia cenderung takut untuk melanggar hukum yang berlaku. Sedangkan kesadaran berasa dari akal sehat dan juga hati nurani manusia untuk sadar hukum, mematuhi dan menghormati hukum.

**

Untuk mengetahui lebih lengkap tentang konsep Sosiologi hukum, ruang lingkup dan juga objek sosiologi hukum, silahkan buka link di bawah ini:

Demikian uraian lengkap tentang Ilmu Sosiologi Hukum yang membahas tentang sejarah terciptanya Sosiologi Hukum di Indonesia, ruang lingkup, fungsi dan tujuan dari Sosiologi Hukum, objek dan konsep Sosiologi Hukum. Bila ingin copas di blog, tolong sertakan sumber atau cukup mencantumkan sosioekonomi.com di akhir paragraf. Terima kasih, semoga bermanfaat bagi Anda.

Incoming search terms:

  • pengertian sosiologi hukum
  • sosiologi hukum
  • konsep sosiologi hukum
  • konsep dasar sosiologi hukum
  • konsep hukum sosiologis
  • sosiologi hukum mempelajari kontrol sosial
  • sosiologi pendidikan adalah subilmu sosiologi yang mempelajari
  • pengertian hukum sosiologi
  • pengertian sosialogi hukum pidana
  • konsep sosiologi
error: Content is protected !!