Pengertian Ceteris Paribus dalam Hukum Ekonomi

Pengertian Ceteris Paribus dalam Hukum Ekonomi

Pengertian Ceteris Paribus dikutip dari Wikipedia merupakan istilah ekonomi yang berarti ‘dengan hal-hal lainnya tetap sama’ atau jika diterjemahkan ke bahasa Inggris berarti ‘all other things being equal.’ Bingung? Baiklah, mungkin anda sedikit bingung mengenai pengertian ceteris paribus dalam ilmu ekonomi terutama pada materi Permintaan dan Penawaran (Supply and Demand).

Istilah ini sering digunakan untuk menyederhanakan sebuah formulasi dan juga mendeskripsikan beberapa anggapan dalam ekonomi. Untuk memahami maksud dari ceteris paribus, mari kita lihat analogi di bawah ini:

Harga daging ayam naik – cateris paribus – jika jumlah daging ayam yang diminta juga naik

Dari contoh yang disebutkan, terbukti bahwa cateris paribus digunakan untuk menyatakan hubungan antara harga dan jumlah barang, dalam hal ini adalah daging ayam. Di sini, kita tidak menganggap ada faktor lain yang dapat memberikan pengaruh terhadap harga daging ayam dan jumlah ketersediaan daging ayam.

Dalam hukum ekonomi permintaan dan penawaran, berlaku bahwa:

Jika harga barang naik, maka permintaan akan turun. Jika harga barang turun, maka permintaan akan barang tersebut akan naik.

Namun saat kondisi ceteris paribus, kita tidak melihat faktor lain yang dapam mempengaruhi harga ataupun ketersediaan barang. Dalam hukum permintaan dan penawaran ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi permintaan dan penawaran, seperti barang pengganti atau barang subtitusi, selera masyarakat, income atau pendapatan, dan juga tingkat kebutuhan akan barang.

Dalam contoh daging ayam – cateris paribus, kita mengabaikan ketersediaan barang pengganti seperti daging sapi atau ikan. Kita juga mengabaikan faktor selera masyarakat, kita hanya berasumsi bahwa semua orang mengkonsumsi daging ayam. Kita juga tidak memperhatikan faktor pendapatan, apakah semua orang mampu membeli daging ayam atau hanya golongan tertentu saja yang dapat membeli daging ayam. Dan kita juga mengabaikan faktor kebutuhan, bahwa sebenarnya beberapa orang tidak masalah jika mereka tidak makan daging ayam selama ada lauk lain.

gambar-pengertian-ceteris-paribus

Jadi, jika muncul kata ‘ceteris paribus’ maka bisa dipastikan bahwa kita tidak perlu memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kuantitas dan harga barang tersebut. Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa hukum ekonomi berlaku dengan syarat ceteris paribus? Untuk mengetahui hal ini, maka anda harus membaca syarat berlakunya Hukum Ekonomi.

Syarat Agar Hukum Ekonomi Berlaku

Perlu diketahui bahwa pada dasarnya, hukum ekonomi merupakan hipotesis belaka. Misal, jika harga barang mengalami kenaikan maka orang enggan membeli barang tersebut. Itu merupakan hipotesis yang hanya akan berlaku jika setiap orang memerlukan jenis barang yang sama atau tidak menemukan barang yang bisa mengganti barang yang harganya naik. Dengan demikian, hukum ekonomi hanya akan berlaku dalam keadaan ceteris paribus, yakni faktor lain yang dapat mempengaruhi hukum ekonomi bersifat tetap.

Sejauh ini, apakah anda masih bingung dengan apa yang dimaksud dengan ceteris paribus? Atau masih bigung dengan penjelasan kami? Jika masih memiliki pertanyaan seputar pengertian ceteris paribus dalam ekonomi mikro, contohnya dalam kehidupan sehari-hari, atau hal lain yang berkaitan dengan hukum ekonomi khususnya hukum permintaan dan menawaran, silahkan kirim email melalui halaman Contact Us sosioekonomi.com atau tinggalkan komen di bagian bawah artikel.

Semoga artikel ini bermanfaat. Jangan lupa share dengan teman atau orang lain dan cantumkan sumber atau link website ini untuk mengapresiasi penulis. Terima kasih!

Incoming search terms:

  • pengertian ceteris paribus
  • pengertian cateris paribus
  • pengertian ceteris paribus dalam ekonomi mikro
  • ceteris paribus adalah
  • arti ceteris paribus
  • ceteris paribus artinya
  • arti cateris paribus
  • ceteris paribus dalam ekonomi
  • cateris paribus adalah
  • hukum ceteris paribus
error: Content is protected !!