Pengertian dan Teori Konflik Sosial

Pengertian dan Teori Konflik Sosial

Teori Konflik Sosial – Menurut website resmi Wikipedia, apa yang dimaksud dengan teori konflik sosial adalah sebuah teori yang melihat jika perubahan sosial itu bukan terjadi melalui proses penyesuaian nilai yang memberikan perubahan. Akan tetapi, perubahan sosial itu terjadi karena ada konflik yang akhirnya melahirkan kompromi yang berbeda dari kondisi awal.

Secara singkat, pengertian teori konflik sosial adalah teori yang menyatakan bahwa konflik sosial ternyata melahirkan perubahan yang baik bagi masyarakat karena melahirkan nilai-nilai baru yang bisa dikompromikan. Perspektif dari teori konflik ini hampir sama dengan perspektif dari teori fungsional, dimana kedua teori tersebut melihat bahwa masyarakat memiliki golongan (kasta) masing-masing. Letak perbedaan teori konflik dengan teori fungsionalisme struktural ada pada fungsi dan peran golongan atau kasta tersebut. Dalam teori fungsionalisme struktural, setiap golongan masyarakat memiliki perannya tersendiri. Sedangkan dalam teori konflik, setiap golongan berusaha untuk menjadi lebih baik dan mengalahkan golongan lain demi tercapainya tujuan dan kepentingan golongan tersebut.

Teori Konflik Sosial

Para ahli seperti Jonathan Turner menyebutkan bahwa pada dasarnya tak ada definisi yang pasti mengenai teori konflik sehingga tidak bisa dibedakan secara gambling. Bahkan, Jonathan Turner menyebutkan jika analisis dari teori konflik masih mengambang. Berbeda dengan Karl Marx, yang diberi gelar Bapak Sosiologi Dunia. Pengertian teori konflik menurut Karl Marx lahir berdasarkan pengamatannya di jaman ia hidup.

Karl Marx menganggap bahwa konflik terjadi karena adanya kesenjangan antara kaum penguasa (borjuis) dan juga kaum pekerja (masyarakat proletar). Kaum borjuis menguasai hampir semua mesin-mesin produksi yang memegang peran penting dalam menghasilak kebutuhan pokok masyarakat. Sedangkan kaum proletar hanya pekerja yang membuat kaum borjuis semakin kaya. Kaum proletar dianggap sebagai alat untuk mencapai tujuan kaum borjuis, yaitu mendapatkan keungungan sebanyak-banyaknya.

Pengertian Teori Konflik Sosial Menurut Para Ahli

Namun sebelum lebih jauh membahas tentang teori konflik sosial, mari kita mendekat dan memahami apa pengertian konflik menurut para ahli Sosiologi.

  • Pengertian Konflik Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977)

Konflik adalah sebuah kenyataan dalam kehidupan sosial yang akan berlaku dalam semua aspek kehidupan karena adanya ketidaksepakatan dalam masyarakat. Pertentangan ini yang menimbulkan konflik sosial.

  • Pengertian Konflik Menurut Gibson

Ia menilah bahwa konflik lahir karena dalam sebuah kelompok ada beberapa kepentingan yang berbeda. Kerja sama memang dapat melahirkan hubungan yang baik, tapi di sisi lain juga dapat menimbulkan konflik.

  • Pengertian Konflik Menurut Muchlas (1999)

Konflik aadlah hasil dari interaksi beberapa pihak yang saling bekerjasama dan saling bergantung satu sama lain. Hanya saja mereka tidak memiliki tujuan yang sama.

  • Pengertian Konflik Menurut Robbin (1996)

Pada dasarnya, konflik lahir karena adanya perbedaan tujuan. Jika perbedaan ini menjadi masalah, maka itu dianggap sebagai konflik kepentingan.

  • Pengertian Konflik Menurut Minnery (1985)

Pengertian ini mirip dengan apa yang dikemukaan oleh Gibson, memandang bahwa konflik ada karena ketidaksepahaman antara dua pihak yang sedang bekerja sama.

  • Pengertian Konflik Menurut Berstein (1965)

Konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat dicegah karena perbedaan pandangan selalu ada. Ia menambahkan, konflik bisa melahirkan sesuatu yang baru yang baik atau sebaliknya.

  • Pengertian Konflik Menurut Robert M.Z Lawang

Konflik dianggap sebagai salah satu bentuk perjuangan untuk mengambil alih kekuasaan. Selain itu, konflik juga merupakan cara untuk melenyapkan kompetitornya.

  • Pengertian Konflik Menurut Ariyono Suyono

Konflik merupakan proses antara 2 pihak yang ingin menjatuhkan satu sama lain.

  • Pengertian Konflik Menurut Soerjono Soekanto

Ia mengemukakan bahwa konflik adalah salah satu bentuk dari proses sosial dimana sekelompok orang yang ingin memenuhi kebutuhannya dengan cara menjegal kelompok lain.

Berdasarkan pendapat para ahli mengenai konflik, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa konflik lahir karena adanya 2 kelompok yang berseberangan – baik dari sudut pandang, kepentingan atau tujuan. Dalam pandangan ekstrimis, konflik terkadang melibatkan ancaman, kekerasan dan usaha untuk merugikan kompetitor.

Ada pula beberapa tambahan teori konflik yang terkenal, yakni teori konflik sosial menurut Ralf Dahrendorf. Menurutnya, masyarakat sosial memiliki dua sisi; konflik & konsesus atau yang juga kita ketahui sebagai teori konflik dialektika. Masyarakat memiliki dua sisi yang berbeda, bahwa masyarakat bisa tunduk dan ikut dengan perubahan yang ada yang bisa menyebabkan konflik. Atau manusia bisa saling bekerja sama karena melahirkan integrasi dalam lingkungan sosial.

Teori Penyebab Konflik

Semua yang terjadi di dunia ini pasti memiliki sebab dan akibat. Sebelum kita mengetahui dampat dan akibat dari konflik, mari kita lihat beberapa teori yang menganggap penyebab terjadinya konflik dalam tatanam sosial masyarakat.

  1. Teori Hubungan Masyarakat

Teori ini menganggap bahwa konflik ada karena ada dis-trust­, atau sebuah golongna tidak percaya pada golongan lain.

  1. Teori Negosiasi Prinsip

Teori ini menganggap bahwa konflik ada karena adanya perbedaan nilai-nilai dan sudut pandang.

  1. Teori Kebutuhan Manusia

Teori ini menganggap bahwa konflik terjadi karena manusia menemukan penghalang saat berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

  1. Teori Identitas

Konflik lahir karena sebuah golongan merasa terancam identitasnya.

  1. Keori Kesalahpahaman antar Budaya

Teori ini menganggap bahwa konflik ada karena ada kesalahpahaman dalam berkomunikasi saat menyelesaikan sebuah masalah bersama.

  1. Teori Transformasi Konflik

Teori ini menganggap bahwa konflik ada karena adanya ketidakadilan dalam beberapa aspek sosial, ekonomi dan juga budaya.

Faktor Penyebab Terjadinya Konflik

Selain mempelajari teori penyebab konflik sosial, kita juga harus melihat faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya konflik dalam tatanan masyarakat. Berikut beberapa faktor yang menyebabkan adanya konflik sosial.

  1. Perbedaan Perasaan dan Prinsip

Setiap manusia tentu memiliki prinsip masing-masing. Dan jika prinsip tersebut dilecehkan atau tidak diterima oleh orang lain, maka ada kekecewaan dan individu tersebut merasa tidak diterima. Individu yang merasa terancam dan terganggu tentu akan berusaha untuk memberontak. Hasil dari pemberontakan inilah yang disebut dengan konflik.

  1. Perbedaan Latar Belakang dan Budaya

Setiap orang memiliki asal yang berbeda dimana di tempat asalnya, mereka terbiasa hidup dengan budaya dan kebiasaan dalam lingkungannya. Perbedaan budaya dan latar belakang ini juga bisa menimbulkan konflik.

  1. Perbedaan Kepentingan

Ini merupakan faktor utama penyebab konflik sosial yang sering terjadi. Setiap orang atau golongan memiliki kepentingan sendiri dalam hidupnya. Jika kepentingan ini berbenturan dengan kepentingan lain, maka konflik akan timbul sebagai bentuk perbedaan kepentingan.

  1. Perubahan Nilai dalam Masyarakat

Terakhir, salah satu penyebab konflik adalah adanya perubahan nilai nilai sosial dalam masyarakat. Perubahan akan selalu terjadi di dalam hidup dan nilai yang lama akan selalu tergantikan dengan nilai nilai yang baru. Adanya perbedaan nilai dalam masyarakat dapat menimbulkan konflik sosial.

Dari kesimpulan di atas, kini Anda dapat menyusun makalah teori konflik Karl Marx maupun Ralf Dahrendorf. Dalam menyusun tugas atau resume teori konflik, pastikan Anda juga menyebutkan akibat dari adanya permasalahan yang diangkat dalam makalah tersebut. Sebutkan pula solusi untuk mengatasi konflik sosial.

Dalam kehidupan nyata, ada beberapa solusi untuk mengatasi konflik sosial dalam masyarakat. Membina komunikasi yang baik, saling menghargai kepentingan dan meningkatkan rasa toleransi merupakan solusi untuk mengatasi konflik. Dengan cara cara mengatasi konflik tersebut, suatu perbedaan dapat diselesaikan secara damai.

Demikian informasi mengenai pengertian dan teori konflik sosial. Jangan lupa untuk menyebutkan sosioekonomi.com jika ingin mempublikasikan tulisan ini di blog atau media sosial. Semoga bermanfaat!

Incoming search terms:

  • teori konflik
  • teori konflik sosial
  • pengertian teori konflik
  • teori konflik menurut para ahli
  • sebutkan faktor penyebab konflik sosial menurut teori konflik
  • teori konflik menurut para ahli sosiologi
  • teori teori konflik
  • teori konflik sosial menurut para ahli
  • teori tentang konflik
  • teori hubungan masyarakat dalam memandang konflik sosial
error: Content is protected !!