Tiga Hasil Sidang PPKI Agustus 1945

Tiga Hasil Sidang PPKI Agustus 1945

Hasil Sidang PPKI – Singkatan dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dibentuk pada tanggal 7 Agustus tahun 1945 dengan Bung Karno sebagai ketuanya. PPKI dibentuk oleh Hisaichi Terauchi yang merupakan seorang marsekal kenamaan Jepang. Anggota PPKI terdiri dari 21 orang yang berasal dari pulau Jawa sebanyak 12 orang, yang dari Sumatra sebanyak 3 orang, yang dari Sulawesi ada 2 orang, yang dari Kalimantan ada 1 orang, NTT 1 orang, Maluku 1 orang, dan keturunan Tionghoa 1 orang. Siapa yang memilih anggota PPKI masih simpang siur, beberapa sejarawan menyebut bahwa Bung Karno (sebagai ketua waktu itu) adalah orang yang memilih anggota PPKI.

Sebagai siswa, kita harus mengetahui sejarah terbentuknya PPKI dan semua hal yang berkaitan dengan bahasan ini. Dengan mengetahui pokok bahasan ini, maka siswa dapat memahami sejarah kemerdekaan Indonesia secara lengkap. PPKI dalam bahasa Jepang adalah Dokuritsu Junbi Inkai. Jika ada soal ‘Sebutkan Tugas PPKI’ maka bisa dijawab seperti ini:

Tugas PPKI yang pertama adalah meresmikan pemukaan UUD 1945 beserta pokok bahasan pada batang tubuh UUD 45. Sedangkan tugas PPKI yang kedua adalah meneruskan apa yang telah lahir dalam sidang BPUPKI; seperti penyerahan kekuasaan pemerintah dari militer Jepang kepada NKRI beserta semua hal yang diperlukan dalam menyusun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hasil Sidang PPKI 1 Pada Tanggal 18 Agustus 1945

Dalam perjalanannya, sidang PPKI pun tidak bisa diselesaikan selama 1 hari saja. Sejarah mencatat bahwa ada 3 sidang resmi PPKI dimana dalam setiap sidang memberikan hasil yang berbeda. Dalam hasil sidang PPKI 1, yakni pada tanggal 18 Agustus 1945 menjelaskan bahwa;

  • Menetapkan Undang Undang Dasar Negara 1945
  • Mengangkan Bung Karno dan Bung Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden yang pertama untuk Indonesia
  • Dibentuk Komite Nasional, yang membantu tugas Presiden dalam masa peralihan

Suasana sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 berlangsung lancar karena banyak tokoh kemerdekaan Indonesia sepakat untuk memilih Bung Karno dan Bung Hatta sebagai pemimpin negara. Sidang PPKI yang pertama ini pun berlanjut pada keesokan harinya.

Hasil Sidang PPKI 2 Pada Tanggal 19 Agustus 1945

Dalam sidang PPKI yang kedua, semua anggota merumuskan sistem cabinet dan menentukan wilayah dan Provinsi yang menjadi bagian dari Indonesia. Dalam awal sidang, ditentukan 11 Kabinet yang akan membantu Presiden dan Wakil Presiden dalam menata sistem kenegaraan Indonesia. Hasil sidang PPKI 19 Agustus 1945 juga menegaskan beberapa Provinsi di Indonesia beserta dengan Gubernurnya. Adapun 8 Provinsi hasil sidang PPKI dan 11 Kementrian hasil sidang PPKI yang kedua bisa di lihat di gambar berikut ini:

 

Dengan melihat gambar di atas, kita jadi tahu beberapa kementrian pertama yang dibentuk dalam masa pemerintahan awal Presiden Soekarno. Dapat dilihat pula 8 Provinsi hasil sidang PPKI kedua beserta Gubernur yang memimpin Wilayah tersebut.

Hasil Sidang PPKI 3 Pada Tanggal 22 Agustus 1945

Ini merupakan bagian terakhir dari sidang PPKI yang berlangsung pada tanggal 22 Agustus tahun 45. Dalam rumusan yang dihasilkan, inti pokok sidang ketiga menetapkan beberapa poin, seperti:

  • Membentuk Komite Nasional Indonesia atau yang disingkat KNIP
  • Membentuk Badan Keamanan Rakyat Indonesia
  • Membentuk Partai Nasional Indonesia

Pembahasan lengkap mengenai hasil sidang PPKI ketiga bisa dilihat dalam uraian berikut ini:

Komite Nasional Indonesia Pusat

Saat periode awal kemerdekaan, Indonesia belum memiliki MPR maupun DPR sehingga pemerintah pada waktu itu membentuk Komite Nasional Indonesia yang memiliki peran mirip seperti DPR pada saat ini. Dengna Kasman Singodimejo sebagai ketua KNIP, mereka akan membantu Presiden dan Wakil Presiden dalam berbagai hal, termasuk kewenangan yang berkaitan dengan legislative.

Badan Keamanan Rakyat

Jika diruntut secara tidak langsung, BKR melahirkan TKR (Tentara Keamanan Rakyat yang akhirnya menjadi TNI). Karena beberapa front pemuda menolak adanya BKR pada waktu itu, mereka membuat sebuah aliansi bernama Van Aksi yang merupakan gabungan dari beberapa barisan pemuda.

Van Aksi tidak setuju dengan adanya BKR, oleh karena itu mereka membuat sebuah komite khusus. Berhubung situasi keamanan pasca kemerdekaan belum stabil, akhirnya Bung Karno melantik Kol. Soedirman menjadi Jenderal Tentara Keamanan Rakyat yang baru saja dibentuk oleh Bung Karno. Hingga pada tanggal 3 Juni tahun 1949, TKR berubah menjadi TNI.

Partai Nasional Indonesia

Di awal terbentuknya PNI, pemerintah mewacanakan bahwa PNI merupakan satu-satunya partai yang ada di Indonesia. Namun karena satu dua hal lain, proses terbentuknya PNI pun terhambat hingga akhirnya terlupakan. Sejak saat itu, adanya ide tentang partai tunggal di Indonesia pun sirna.

Demikian uraian mengenai hasil sidang PPKI. Jangan lupa untuk memahami hasil sidang BPUPKI pertama dan kedua tahun 1945 agar lebih paham mengenai urutan proses kemerdekaan Indonesia. Jangan lupa share artikel ini jika bermanfaat. Terima kasih!

Incoming search terms:

  • hasil sidang ppki
  • sebutkan hasil sidang PPKI sidang pertama sampai sidang keempat dengan waktu yang berbeda
  • sebutkan hasil sidang ppki sidang pertama sampai sidang ke empat dengan waktu yang berbeda
  • dalam sidang ppki tgl 18 agustus yg dijadikan wilayah NKRi adalah
  • uraian hasil sidang ppki
  • hal hal yang berhubungan dengan hasil kerja PPKI
  • waktu di ditentukan ppki
  • dimana PPKI merumuskan NKRI
  • dari pertanyaan diatas yang termasuk hasil sidang PPKI pada tanggal 18 agustus 1945 adalah
  • bagai mana bungkarno dan bung hata meng hadapi hasil sidang ppki
error: Content is protected !!